Masuk

Ingat Saya

Untuk Generasi Muda, Yuk Bahu Membahu Dalam Mencegah Aksi Terorisme

Untuk Generasi Muda, Yuk Bahu Membahu Dalam Mencegah Aksi Terorisme

Teror atau terorisme, dua kata yang identik dengan menakut-nakuti bahkan tak jarang juga di identikkan dengan kekerasan. Atau dengan kata lain, terorisme adalah suatu cara atau taktik atau strategi yang digunakan oleh kelompok radikal dalam melakukan aksi, ancaman, dan kekerasan demi mencapai tujuan tertentu. Dimana cara atau taktik yang digunakan adalah menanamkan ketakutan dan teror kepada korbannya yang telah dipilih secara acak, dengan tujuan memberikan ketidaknyamanan atau ketidakamanan ditengah masyarakat.

Berbicara tentang terorisme, dalam beberapa tahun belakangan ini aksi terorisme semakin merajalela, baik itu di dunia nyata maupun di dunia maya. Bahkan di mata masyarakat di anggap sebagai salah satu ancaman potensial, karena keberadaannya telah membuat semua orang menjadi cemas, takut, dan juga was-was.

Bagaimana tidak demikian? Seperti yang sudah saya katakan diawal bahwa aksi terorisme identik dengan kekerasan. Contohnya seperti pembajakan, peledakan bom, teror, bom bunuh diri, dan lain sebagainya. Yang mana semua aksi tersebut kebanyakan terjadi tanpa terduga dan bisa menimpa siapa saja tanpa memilih merek, baik itu anak-anak, anak muda, orang dewasa, maupun orang tua.

Namun demikian, perlu untuk di ingat bahwa aksi terorisme juga mengikuti perkembangan zaman. Artinya, bentuk dan pola aksi yang dilakukan dari tahun ke tahun mengalami perkembangan dan pergeseran. Sehingga mau tidak mau kita harus selalu mengupdate informasi dan meningkatkan kewaspadaan agar nantinya tidak menjadi target serta sasaran jaringan teroris, khususnya bagi yang merasa sebagai generasi muda.

Mengapa Generasi Muda?

Karena bagi mereka generasi muda merupakan sasaran empuk untuk direkrut menjadi anggota jaringan teroris. Selain itu, karena memang terorisme sangat dekat sekali dengan generasi muda. Sehingga tak heran jika mereka dengan mudah meracuni pikiran generasi muda dengan paham radikal. Apalagi generasi muda tersebut adalah mereka yang putus sekolah, buta huruf, miskin, dan juga penganguran. Dimana mereka semua langsung terbuai ketika di iming-imingi sejumlah uang dan kegagahan memegang senjata.

Akan tetapi, patut untuk di perhatikan juga karena tidak semua yang jatuh ke dalam buaian jaringan terorisme adalah mereka yang tidak berpendidikan dan tidak mampu. Banyak juga loh generasi muda yang berpendidikan dan dari kalangan berada yang terbuai dan terlibat aksi terorisme. Biasanya mereka adalah orang yang tergolong idealis, emosional, dan mudah tertipu.

Selain itu, terdapat juga alasan lain mengapa sampai generasi muda sangat rentang untuk disusupi paham kekerasan atau terorisme. Beberapa di antaranya seperti :

  1. Mereka yang membutuhkan perasaan kebersamaan.
  2. Mereka yang sedang mencari identitas atau jati diri.
  3. Mereka yang sedang mencari sensasi dan ingin di anggap gagah.
  4. Mereka yang ingin memperbaiki apa yang mereka anggap sebagai ketidakadilan.
  5. Mereka yang menaruh simpati pada kelompok radikal atau teroris tertentu, yang mana mereka temukan lewat internet.

Lalu, Bagaimana Cara Mencegah Aksi Terorisme Tersebut?

Nah… sebagai generasi muda tentu kita tidak akan diam saja dan membiarkan aksi terorisme semakin merajalela bahkan merenggut banyak korban kan. Artinya, sebagai generasi muda peran kita untuk mencegah terorisme sangat dibutuhkan. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terorisme, baik itu secara individu maupun kelompok. Semua tergantung dari masing-masing pribadi, cocoknya menggunakan cara yang mana. Misalnya, melakukan kegiatan yang positif dalam aktivitas sehari-hari. Atau belajar damai dan mendamaikan.

Selain kedua contoh di atas, sebagai generasi muda kita juga dapat berpartisipasi dengan cara lain dalam melakukan pencegahan terhadap terorisme, misalnya :

  1. Mendukung segala upaya perdamaian, baik yang dilakukan oleh pemerintah, organisasi, maupun perseorangan.
  2. Membuat atau membangun komunitas-komunitas kecil yang bertujuan untuk mengkampanyekan perdamaian dan indahnya keberagaman, minimal dimulai dengan orang-orang di lingkungan sekitar.
  3. Memperdalam pengetahuan mengenai keberagaman dan perdamaian.
  4. Cobalah untuk mengikuti kegiatan dan acara dialog publik serta kegiatan yang mempromosikan keberagaman.
  5. Berperan aktif dalam melaporkan gejala-gejala sekecil apapun yang mengarah pada radikalisme atau terorisme.
  6. Meningkatkan pemahaman keagamanan.
  7. Sebagai warga negara, perlu juga untuk meningkatkan pemahaman mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan format NKRI.
  8. Meningkatkan kewaspadaan dalam pergaulan sehari-hari agar tidak mudah terpengaruh dengan paham atau ajakan yang mengarah pada radikalisme terorisme.
  9. Sebagai generasi muda yang melek teknologi, wajib untuk menyaring segala informasi yang kita dapatkan. Mengapa? Karena terorisme juga tidak ketinggalan dalam memanfaatkan media yang satu ini untuk menyebarkan paham kekerasan dan radikal kepada anak muda.
  10. Tidak lupa juga untuk aktif mensosialisasikan kepada masyarakat apa itu terorisme, bahaya dan dampaknya, pola mereka merekrut anggota, bentuk dan pola aksi mereka, dan masih banyak lagi.

Saya rasa cukup sampai di sini dulu. Selain beberapa cara di atas, saya yakin masih banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah aksi terorisme.

Untuk generasi muda, sudah saatnya kita bahu membahu dan terlibat bersama dalam pencegahan terorisme. Karena terorisme adalah musuh kita bersama. Selaku generasi muda, sudah menjadi tugas bersama untuk mencegah terorisme sedini mungkin. Mari kita ajak semua elemen masyarakat dan juga keluarga untuk aktif dalam pencegahan radikalisme. Khusus kaum muslim jangan lupa juga untuk mengajarkan nilai-nilai islam moderat, mengembangkan nilai-nilai luhur budaya dan adat istiadat yang berbasis kearifan lokal, serta berwawasan kebangsaan.

Damai Indonesiaku…

Makassar, 7 Oktober 2015

#DamaiDalamSumpahPemuda

Dengan